Minggu, 18 Maret 2012

Artikel Kimia

Artikel Kimia


Defenisi Klorfeniramin Maleat (CTM)

Posted: 18 Mar 2012 08:06 AM PDT

Defenisi Klorfeniramin Maleat (CTM)

Klorfeniramin maleat adalah turunan alkilamin yang merupakan antihistamin dengan indeks terapetik (batas keamanan) cukup besar dengan efek samping dan toksisitas yang relatif rendah (Siswandono, 1995).

Klorfeniramin maleat merupakan obat golongan antihistamin penghambat reseptor H1 (AH1) (Siswandono, 1995). Pemasukan gugus klor pada posisi para cincin aromatik feniramin maleat akan meningkatkan aktifitas antihistamin. Berdasarkan struktur molekulnya, memiliki gugus kromofor berupa cincin pirimidin, cincin benzen, dan ikatan –C=C- yang mengandung elektron pi (π) terkonjugasi yang dapat mengabsorpsi sinar pada panjang gelombang tertentu di daerah UV (200-400 nm), sehingga dapat memberikan nilai serapan (Silverstein, 1986;Rohman, 2007).

Spektrum serapan UV Klorfeniramin maleat bergantung kepada pelarutnya. Pada suasana netral Klorfeniramin maleat memberikan serapan maksimum pada panjang gelombang 261 nm, sedangkan dalam metanol Klorfeniramin maleat memberikan serapan maksimum pada panjang gelombang 250-275 nm (Florey, 1983).

Klorfeniramin maleat mengandung tidak kurang dari 98,0% dan tidak lebih dari 100,5% C6H19ClN2.C4H4O4, dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan dan memiliki berat molekul 390,67. Klorfeniramin maleat berupa serbuk hablur, putih; tidak berbau, larutan mempunyai pH antara 4 dan 5, mudah larut dalam air, larut dalam etanol dan kloroform; sukar larut dalam eter dan dalam benzena (Farmakope IV, 1995).

Mekanisme kerja Klorfeniramin maleat adalah sebagai antagonis reseptor H1, klorfeniramin maleat akan menghambat efek histamin pada pembuluh darah, bronkus dan bermacam-macam otot polos; selain itu Klorfeniramin maleat dapat merangsang maupun menghambat susunan saraf pusat (Tjay, 2002; Siswandono, 1995).

Klorfeniramin maleatmemberikan efek samping walaupun juga bersifat serius dan kadang-kadang hilang bila pengobatan diteruskan. Efek samping yang sering terjadi adalah sedatif, gangguan saluran cerna, mulut kering, kesukaran miksi. Kontraindikasi dari Klorfeniramin maleat ini menimbulkan aktivitas antikolinergik yang dapat memperburuk asma bronkial, retensi urin, glaukoma. Klorfeniramin memiliki interaksi dengan alkohol, depresan syaraf pusat, anti kolinergik (IONI, 2001; Tjay, 2002).

Defenisi Klorfeniramin Maleat (CTM)

Definisi Fenilpropanolamin Hidroklorida

Posted: 18 Mar 2012 03:03 AM PDT

Definisi Fenilpropanolamin Hidroklorida

Fenilpropanolamin hidroklorida merupakan senyawa adrenergik yaitu adrenomimetik yang berefek campuran yang dapat menimbulkan efek melalui pengaktifan adrenoseptor dan melepaskan katekolamin dari tempat penyimpanan atau menghambat pemasukan katekolamin. Tempat kerja beberapa senyawa adrenomimetik adalah pada ujung saraf simpatetik (Siswandono, 1995).

Fenilpropanolamin hidroklorida mengandung tidak kurang dari 98,0% dan tidak lebih dari 101,0% C9H13NO.HCl, dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan dan memiliki berat molekul 187,67. Fenilpropanolamin hidroklorida berupa serbuk hablur putih; bau aromatis lemah, dan dipengaruhi oleh cahaya, mudah larut dalam air dan dalam etanol; tidak larut dalam eter. Dengan titik leleh antara 1910 sampai 1960 (Farmakope IV, 1995).

Berdasarkan struktur molekulnya Fenilpropanolamin hidroklorida memiliki gugus kromofor berupa cincin benzen yang mengandung elektron pi (π) terkonjugasi sehingga dapat mengabsorpsi sinar pada panjang gelombang tertentu di daerah UV (200-400 nm), dan memiliki gugus auksokrom pada perpanjangan alkil yaitu –NH2 dan –OH sehingga dapat memberikan nilai serapan (Siswandono, 1995).

Fenilpropanolamin hidroklorida mempunyai spektrum serapan UV dalam pelarut metanol memberikan panjang gelombang maksimum antara 252-264 nm (Florey, 1987).

Fenilpropanolamin hidroklorida merupakan senyawa adrenomimetik. Struktur fenilpropanolamin hidroklorida berhubungan dengan efedrin, merupakan simpatomimetik amin yang mempunyai aktivitas vasopresor sedikit lebih besar dibanding efedrin dengan efek rangsangan susunan syaraf pusat & toksisitas lebih rendah. Obat ini menyebabkan vasokontriksi pada mukosa hidung & mengurangi aliran darah pada daerah yang bengkak karenanya dapat digunakan sebagai dekongestan hidung. Fenilpropanolamin hidroklorida digunakan secara luas sebagai dekongestan hidung, biasanya dikombinasikan dengan analgesik & antihistamin dalam obat anti influenza (Siswandono, 1995; Tjay, 2002).

Definisi Fenilpropanolamin Hidroklorida

Spektrofotometri derivatif

Posted: 17 Mar 2012 08:44 PM PDT

Spektrofotometri derivatif

spektrum derivatif

Spektrofotometri derivatif merupakan metode manipulatif terhadap spektra pada spektrofotometri UV-Vis (Connors, 1982).

Metode spektrofotometri derivatif dapat digunakan untuk analisis kuantitatif zat dalam campuran dimana spektrumnya mungkin tersembunyi dalam suatu bentuk spektrum besar yang saling tumpang tindih dengan mengabaikan proses pemisahan zat terlebih dahulu. Spektrum yang dialih bentuk ini menghasilkan profil yang lebih rinci yang tidak terlihat pada spektrum normal (Connors,1982; Willard,1988).

Kegunaan spektrofotometri derivatif adalah (Mulja, 1995):

  1. Apabila menghadapi campuran dua komponen yang spektrumnya saling tumpang tindih, maka analisis kuantitatif cara derivatif menjadi metoda yang terpilih.
  2. Analisis kuantitatif campuran dua komponen yang keruh.
  3. Analisis kuantitatif campuran dua komponen yang merupakan isomeri (kecuali isomer optis aktif atau rasemik).
  4. Spektra derivatif dapat dipakai untuk maksud kualitatif atau sebagai data pendukung.

Dalam suatu campuran, pengukuran konsentrasi dalam suatu sampel (analyte) dapat dilihat dalam campuran sehingga dapat membuat pengerjaan ini menjadi lebih mudah atau lebih akurat. Tetapi yang sering menjadi kendala yaitu spektra derivatif tidak dapat mengurangi atau menghindarkan adanya gangguan dari rasio serapan pengganggu yang lain (signal-to-noise ratio ) (Skoog,1992).

Konsep derivatif telah diperkenalkan pertama kali pada tahun 1950, dimana terlihat memberikan banyak keuntungan. Aplikasi utama spektroskopi derivatif ultraviolet-cahaya tampak adalah untuk identifikasi kualitatif dan analisis sampel. Metode spektroskopi derivatif sangat cocok untuk analisis pita absorbsi yang overlapping atau terlalu landai (Owen, 1995).

Pada spektrofotometri konvensional, spektrum serapan merupakan plot serapan (A) terhadap panjang gelombang (λ). Pada metode spektrofotometri derivatif ini perajahan absorbansi terhadap panjang gelombang ditransformasikan menjadi perajahan dA/dλ terhadap λ untuk derivatif pertama, dan d2A/dλ2 terhadap λ untuk derivatif kedua, dan seterusnya. Panjang gelombang serapan maksimum suatu senyawa pada spektrum normal akan menjadi panjang gelombang zero-crossing pada spektrum derivatif pertama. Panjang gelombang tersebut tidak mempunyai serapan atau dA/dλ = 0 (Connors, 1982).

Spektra derivatif biasanya digambarkan oleh diferensiasi digital atau dengan modulasi panjang gelombang dari radiasi yang mengenai sel sampel. Interval modulasi panjang gelombang menjadi sangat berkurang dibanding dengan lebar pita dari pita absorbsi apapun dalam spektrum. Penggunaan spektroskopi derivatif adalah untuk menurunkan rasio pengganggu (noise). Metode yang mungkin untuk evaluasi kuantitatif dari spektrum derivatif adalah metode zero crossing, metode tangent, dan metode peak to peak (Laqua, 1988).

Spektrofotometri UV-Vis derivatif kedua dapat menampilkan dan memberikan keuntungan dalam pengukuran untuk sediaan formulasi tablet yang terdiri dari zat aktif dan zat tambahan. Pada sediaan farmasi yang terdiri dari zat campuran yaitu zat aktif dan zat tambahan menghasilkan larutan yang keruh sehingga spektrofotometri derivatif metode tangen dapat digunakan untuk larutan yang keruh seperti sediaan tablet anti influenza (Altinoz, 2000).

Metode tangen dapat digunakan dengan mudah dalam aplikasi karena lebih mudah, lebih sederhana, dan lebih cepat menganalisis suatu penelitian yang bersifat ilmiah (Ishak, 2000).

Spektra derivatif dapat dilakukan dengan menggunakan metode matematika. Keuntungan dari metoda matematika adalah spektra derivatif dapat lebih mudah dihitung dan dihitung kembali dengan parameter yang berbeda yaitu dengan teknik smoothing yang dapat digunakan untuk menghilangkan rasio serapan pengganggu (signal-to-noise ratio ) (Owen, 1995).

Spektrofotometri derivatif

Apakah Definisi Sefalosporin

Posted: 17 Mar 2012 03:41 PM PDT

Apakah Definisi Sefalosporin

Sefalosporin merupakan pengembangan atau derivate dari β-laktam. Kelebihannya adalah intensitas efeknya lebih baik, spektrum lebih luas, relatif tidak menimbulkan alergi (hipersensitif), dan lebih tahan terhadap asam lambung. Walaupun golongan ini relatif tidak toksik, tetapi ada beberapa hal yang mesti diingat yaitu:

  • beberapa anggotanya dapat crossalergi dengan penisilin
    beberapa bersifat antagonis terhadap vitamin K, dan meningkatkan pendarahan (sefamandol, cefoperazon, cefotetam).

Golongan ini hingga sekarang masih dikembangkan terus-menerus untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dan sekarang telah ditemukan 4 atau bahkan 5 generasi. Generasi 3 dan beberapa generasi 2 dapat menembus sawar otak (BBB) sehingga sangat bermanfaat untuk terapi meningitis. Generasi ke 4 sangat bermanfaat untuk infeksi di rumah sakit yang sudah multi resisten.

Sumber Sefalosporin

Sefalosporin termasuk antibiotic β-laktam dengan struktur, khasiat dan sifat yang banyak mirip dengan penisilin. Diperoleh secara semisintetik dari sefalosporin C yang dihasilkan jamur Cephalosporium acremonium yang menghasilkan tiga macam antibiotik, yaitu sefalosporin P, N, dan C, yang diisolasi pada tahun 1948 oleh Brotzu. Dari ketiga antibiotik tersebut kemudian dikembangkan antibiotik semisintetik antara lain sefalosporin C dengan mengubah inti dasar dari sefalosporin C tersebut, yaitu asam 7-ACA (7-amino-cephalosporic acid) yang merupakan komplek cincin dihidrotiazin dan cincin β-laktam. yang banyak mirip inti penisilin 6-APA (6-aminopenicillanic acid).

Hidrolisis asam sefalosporin C menghasilkan 7-ACA yang kemudian dapat dikembangkan menjadi berbagai macam antibiotik sefalosporin. Sefalosporin C resisten terhadan penisilinase, tetapi dirusak oleh sefalosporinase. Sefalosporin dibagi menjadi 4 generasi berdasarkan aktivitas antimikrobanya, yang secara tidak langsung juga sesuai dengan urutan masa pembuatannya.

Pada dasawarsa terakhir, puluhan turunan sefalosporin baru telah dipasarkan yang strukturnya diubah secara kimiawi dengan maksud memperbaiki aktivitasnya. Spectrum kerjanya luas, meliputi banyak kuman Gram-positif dan Gram-negatif, termasuk E.coli, Klebsiella, dan Proteus. Berkhasiat bakterisida dalam fase pertumbuhan kuman, berdasarkan penghambatan sintesa peptidoglika kuman. Yang dihambat adalah reaksi transpeptidase tahap ketiga dalam rangkaian reaksi pembentukan dinding sel. Kepekaan untuk β-laktamase lebih rendah daripada penisilin.

Apakah Definisi Sefalosporin

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar