Senin, 21 Mei 2012

Artikel Kimia

Artikel Kimia


Prosedur Sintesis Kalium Bikromat

Posted: 20 May 2012 11:05 PM PDT

Bahan Sintesis Kalium Bikromat

Adapun bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu Cr2O3, KNO3, KOH, aquadest, asam asetat glacial, kertas saring, kertas tulis, dan  tissue roll.

Alat Sintesis Kalium Bikromat

 Adapun alat yang digunakan pada percobaan ini adalah gelas piala 100 ml, erlenmeyer 100 ml, gelas kimia 250 ml, gelas kimia 100 ml, corong buchner, section 500 ml, cawan porselen, gelas ukur 50 ml, gelas ukur 10 ml, batang pengaduk, penjepit/gegep besi, spatula, pipet tetes, kacamata pengaman, kasa asbes, sarung tangan asbes, korek api, neraca Ohaus, pompa vakum, dan pembakar gas.

Prosedur Praktikum Sintesis Kalium Bikromat

  1. Disiapkan pembakar gas, kaki tiga, dan kawat kasa.
  2. Ditimbang semua bahan, yaitu KOH 3,5 g; Cr2O3 2,5 g; KNO3 3,5 g.
  3. Dimasukkan KOH 3,5 g ke dalam pinggan porselin dan dipanaskan sampai meleleh di atas pembakar gas.
  4. Setelah meleleh api dimatikan, sambil diaduk lalu ditambahkan 2,5 g Cr2O3 dan KNO3 3,5 g
  5. Pembakar dinyalakan kembali dan terus diaduk, nyala api diatur agar lelehan tidak memercik. Setelah campuran menjadi pasta kental dan homogen, pembakar dinyalakan sebesar mungkin.
  6. Campuran tadi kemudian didinginkan dan dilarutkan dalam 30 mL akuades, lalu dipanaskan kembali sampai semua larut.
  7. Larutan yang panas disaring dengan corong Buchner dan pompa vakum untuk membantu penyaringan.
  8. Filtrat diuapkan di atas nyala api kecil sampai jenuh.
  9. Ditambahkan tetes demi tetes larutan asam asetat glasial kira-kira 3 mL sampai larutan berwarna merah jingga..
  10. Larutan didinginkan perlahan-lahan pada suhu kamar dan diletakkan pada wadah berisi es.
  11. Setelah dingin larutan kembali disaring dengan corong Buchner dengan bantuan pompa vakum, lalu residu dipindahkan dalam pinggan porselin yang telah diketahui bobotnya dan dikeringkan dalam oven.
  12. Kemudian ditimbang.

Sintesis Senyawa Hidrat Ammonium Seng Sulfat Heksahidrat

Posted: 20 May 2012 11:05 PM PDT

Latar Belakang Sintesis Senyawa Hidrat

Kimia kompleks adalah bagian dari ilmu kimia yang mempelajari tentang senyawa-senyawa koordinasi atau senyawa kompleks. Beberapa teori yang menjelaskan mengenai pembentukan senyawa kompleks yaitu teori ikatan valensi, teori medan kristal, dan teori orbital molekul.

Teori medan kristal tentang senyawa koordinasi menjelaskan bahwa dalam pembentukan kompleks terjadi interaksi elektrostatik antara ion logam (atom pusat) dengan ligan. Kristal adalah padatan dengan bentuk polihedral teratur. Padatan yang mengandung molekul-molekul senyawaan bersama-sama dengan molekul-molekul air disebut hidrat. Beberapa senyawa kimia dapat mengikat molekul-molekul air pada suhu kamar membentuk suatu senyawa hidrat. Suatu senyawa kadang-kadang dapat membentuk lebih dari satu macam hidrat dengan tingkat kestabilan yang berbeda satu dengan yang lainnya dalam suasana tertentu.

Senyawaan koordinasi dimana ligandnya adalah molekul air (H2O) disebut juga sebagai senyawa hidrat. Salah satu contoh senyawa hidrat Ammonium Seng Sulfat Heksahidrat ((NH4)2Zn(SO4)2.6H2O). Enam molekul air pada senyawa ini menandakan bahwa bilangan koordinasi adalah enam. Sesuai dengan teori, maka struktur yang paling memungkinkan menggambarkan tentang senyawa ini adalah oktahedron. Berdasarkan uraian di atas dilakukanlah percobaan ini. Dalam hal ini kita melakukan pembuatan senyawa hidrat Ammonium Seng Sulfat heksahidrat ((NH4)2Zn(SO4)2.6H2O) dan menghitung rendamennya.

Maksud Percobaan Sintesis Senyawa Hidrat

Maksud dari percobaan ini adalah mempelajari pembentukan atau sintesis senyawa hidrat Ammonium Seng Sulfat heksahidrat ((NH4)2Zn(SO4)2.6H2O).

Tujuan Percobaan Sintesis Senyawa Hidrat

1. Mengetahui pembentukan senyawa hidrat Ammonium Seng Sulfat heksahidrat ((NH4)2Zn(SO4)2.6H2O)
2. Menghitung rendamen kristal senyawa hidrat Ammonium Seng Sulfat heksahidrat ((NH4)2Zn(SO4)2.6H2O) yang diperoleh.

Prinsip Percobaan Sintesis Senyawa Hidrat

Prinsip dari percobaan ini adalah melakukan sintesis senyawa hidrat Ammonium Seng Sulfat heksahidrat ((NH4)2Zn(SO4)2.6H2O) dari pencampuran ZnSO4.7H2O dengan (NH4)2SO4 melalui pelarutan, pemanasan, pengkristalan oleh larutan etanol, dan penyaringan untuk memperoleh kristal serta pendinginan dalam desikator. Setelah itu hasil rendamennya ditimbang.

Kesalahan-Kesalahan Metodologis Analisis Kimia Analitik

Posted: 20 May 2012 11:05 AM PDT

Pada bagian ini akan membahas kesalahan-kesalahan metodologis yang telah dibuat oleh pihak peneliti akan dikategorikan menjadi:

1) kesalahan perencanaan (planningerror),

2) kesalahan pengambilan data (collection error),

3) kesalahan analisa(analytical error) dan

4) kesalahan pelaporan (reporting error).

  • Kesalahan Perencanaan (planning error)

Kesalahan perencanaan terjadi terutama disebabkan oleh adanya ketidak jelasan perumusan masalah. Dalam kasus penelitian virginitas tersebut tidak dijelaskan apa sebenarnya masalahnya dan bagaimana perumusannya. Kesalahan penelitian Secara metodologis fomulasi masalah dalam penelitian harus ada karena pada dasarnya penelitian yang dilakukan adalah untuk menjawab masalah tersebut. Jika formulasi masalah tidak jelas, maka tujuan penelitian menjadi tidak terarah.

  • Kesalahan Cara Pengumpulan Data (collection error)

Kesalahan cara mengumpulkan data dapat terjadi diakibatkan adanya kecerobohan peneliti pada tahap perencanaan penelitian.Berkaitan dengan perumusan masalah, data yang dikumpulkan harus mempunyai kualitas yang dapat digunakan untuk menjawab masalah yang diteliti. Kualitas artinya adanya kesesuaian metodologis antara masalah dengan data yang digunakan untuk menjawab masalah. Jika masalahnya berkaitan dengan ukuran / penghitungan yang hasilnya digunakan sebagai sarana membuat inferensi, maka jenis datanya setidaktidaknya interval. Jika masalah tidak berkaitan dengan ukuran atau penghitungan maka jenis datanya dapat nominal atau ordinal.

  • Kesalahan Analisa (analytical error)

Salah satu sebab utama terjadinya kesalahan analisa ialah karena peneliti salah dalammenggunakan teknik analisa. Teknik analisa dalam penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif berbeda dengan penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif.

  • Kesalahan Pelaporan (reporting error)

Kesalahan pelaporan terjadi disebabkan peneliti salah dalam melakukan interpretasi hasil penelitiannya. Kesalahan tersebut terjadi pada saat dia menginterpretasi hubungan dan angka-angka yang sudah diketemukan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar