Senin, 19 September 2011

Artikel Kimia

Artikel Kimia


Apa Saja Komponen PCR

Posted: 19 Sep 2011 01:00 PM PDT

Selain DNA template yg akan digandakan & enzim DNA polymerase, beberapa komponen lain pun dibutuhkan dalam proses PCR (polimerase chain reaction).

Komponen PCR (polimerase chain reaction)

Primer
Primer adalah sepasang DNA utas tunggal atau oligonukleotida pendek yg menginisiasi sekaligus membatasi reaksi pemanjangan rantai atau polimerisasi DNA. Jadi jangan membayangkan kalau PCR (polimerase chain reaction) mampu menggandakan seluruh DNA bakteri E. coli yg panjangnya kira-kira 3 juta bp itu. PCR (polimerase chain reaction) hanya mampu menggandakan DNA pd daerah tertentu sepanjang maksimum 10000 bp saja, & dg teknik tertentu bisa sampai 40000 bp. Primer dirancang untuk memiliki sekuen yg komplemen dg DNA template, jadi dirancang agar menempel mengapit daerah tertentu yang kita inginkan.

dNTP (deoxynucleoside triphosphate)
dNTP alias building blocks sebagai 'batu bata' penyusun DNA yang baru. dNTP terdiri atas 4 macam sesuai dengan basa penyusun DNA, yaitu dATP, dCTP, dGTP dan dTTP.

Buffer
Buffer yg biasanya terdiri atas bahan-bahan kimia utk mengkondisikan reaksi agar berjalan optimum dan menstabilkan enzim DNA polymerase.

Ion Logam
Ion logam bivalen, umumnya Mg2+, fungsinya sebagai kofaktor bagi enzim DNA polymerase. Tanpa ion ini enzim DNA polymerase tidak dapat bekerja dan ion yang lainIon adalah logam monovalen, kalsium (K+).

Tahapan Proses PCR (Polimerase Chain Reaction)

Posted: 19 Sep 2011 11:00 AM PDT

PCR  (Polimerase Chain Reaction) merupakan proses yg diulang-ulang antara 20–30 kali. Setiap siklus terdiri dari tiga tahap.

Tahap PCR

Berikut adalah tiga tahap bekerjanya PCR  (Polimerase Chain Reaction) dlm satu siklus:
1. Tahap peleburan/melting/denaturasi PCR  (Polimerase Chain Reaction). Tahap ini b’langsung pd suhu tinggi, 94–96°C, ikatan hidrogen DNA t’putus (denaturasi) & DNA menjadi berberkas tunggal. Biasanya pd tahap awal PCR  (Polimerase Chain Reaction), tahap ini dilakukan agak lama (sampai 5 menit) utk memastikan semua berkas DNA terpisah. Pemisahan ini menyebabkan DNA tdk stabil & siap menjadi templat (“patokan”) bagi primer. Durasi tahap ini 1–2 menit.
2. Tahap penempelan/annealing PCR  (Polimerase Chain Reaction). Primer menempel pd bagian DNA templat yg komplementer urutan basanya. Ini dilakukan pd suhu antara 45–60°C. Penempelan ini bersifat spesifik. Suhu yg tdk tepat menyebabkan tdk terjadinya penempelan atau primer menempel di sembarang tempat. Durasi tahap ini 1–2 menit.
3. Tahap pemanjangan/elongasi PCR  (Polimerase Chain Reaction). Suhu untuk proses ini tergantung dari jenis DNA-polimerase (P pada gambar) yg dipakai. Dengan Taq-polimerase, proses ini biasanya dilakukan pada suhu 76°C. Durasi tahap ini biasanya 1 menit.

Tetaplah setia membaca artikel kimia dan sekian pembahasan mengenai : Tahapan Proses PCR (Polimerase Chain Reaction)

Latar Belakang Peran Biokimia dlm DNA Fingerprint

Posted: 19 Sep 2011 06:40 AM PDT

Istilah tes DNA fingerprint sdh sangat familiar pada masyarakat Indonesia.

Dari peristiwa ledakan bom Bali tahun 2002 sampai perstiwa kasus pebunuhan berantai 11 orang oleh Very Idham Henniansyah atau dikenal sbg Ryan Sang Penjagal di Jombang Jawa Timur. Terlihat bhw t’dapat kesulitan dlm m’identifikasi identitas korban/mayat secara fisik ataupun biometri, yg disebabkan kondisi tubuh mayat yg tlah rusak ataw hancur. Untuk itu, identifikasi dengan metode tes DNA fingerprint mulai mencuat.

DNA

DNA atau DeoxyriboNucleic Acid merupakan asam nukleat yg menyimpan semua informasi tentang genetika. DNA inilah yg menentukan jenis rambut, warna kulit dan sifat khusus manusia. DNA adalah cetak biru (blue print) ciri khas manusia yg dpt diturunkan kpd generasi selanjutnya. Sehingga dlm tubuh seorang anak komposisi DNA sama dg tipe DNA yang diturunkan dari orang tuanya. Sedang tes DNA adalah metode utk m’identifikasi fragmen dari DNA itu sendiri. Atau secara sederhananya adalah metode untuk mengidentifikasi, menghimpun dan menginventarisir file-file khas karakter tubuh.

Tes DNA

Tes DNA digunakan utk 2 tujuan yaitu (1) tujuan pribadi seperti penentuan perwalian anak atau penentuan orang tua dari anak (2) tujuan hukum, yg meliputi masalah forensik seperti identifikasi korban yg telah hancur, sehingga untuk mengenali identitasnya diperlukan pencocokan antara DNA korban dgn terduga keluarga korban ataupun utk pembuktian kejahatan semisal dlm kasus pemerkosaan atau pembunuhan. Hampir semua sampel biologis tubuh dpt digunakan untuk sampel tes DNA, tetapi yang sering digunakan adalah darah, rambut, usapan mulut pada pipi bagian dlm (buccal swab), dan kuku. Untuk kasus-kasus forensik, sperma, daging, tulang, kulit, air liur atau sampel biologis apa saja yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP) dapat dijadikan sampel tes DNA.

Jenis DNA

DNA yg biasa digunakan dlm tes ada dua yaitu DNA mitokondria dan DNA inti sel. Perbedaan DNA ini terletak pd lokasi DNA tsb berada dlm sel, yg satu dlm inti sel sehingga disebut DNA inti sel, sedangkan yg satu terdapat di mitokondria & disebut DNA mitokondria.

Unsur Golongan IV A : Silikon (Si)

Posted: 19 Sep 2011 01:59 AM PDT

Kelimpahan Unsur Silikon (Si)

Silikon (Si) mrupakan unsur ke-2 plng b’rlimpah di bumi stelah oksigen yaitu mencakup 25,7 % dr kandungan kerak bumi.

Silikon (Si) di kulit bumi t’dapat dlm bentuk silikat & silikon dioksida (silika). Bntuk silikon dioksida dpt dtemukan pd pasir, kuarsa & serbuk batuan. Bentuk silikat dapat ditemukan diantaranya pd granit, lempung & mika, serbuk silikon murni t’dapat sebagai kepungan dlm emas & letusan gunung berapi, silikon (Si) juga merupakan bagian utama dalam aerolit (satu kelas dengan meteorit) dan tektid (bentuk kaca alami)

Senyawa Silikon (Si)

Contoh senyawa silikat & silikon adalah; silikat, silana (SiH4), asam salisik (H4.SiO4), silikon karbida (SiC), silikon dioksida (SiO2), silikon tetraklorida(SiCl4), silikon tetrafluorida (SiF4), & tetraklora silana(HSiCl3).

Isolasi & produksi Silikon (Si)

Silikon (Si) dipeeoleh dlm pembentukan komersial biasa dg reduksi SiO2 dg karbon atau CaC2 dlm tungku pemanas listrik utuk memperolh kemurnian yg sgt tinggi (utk digunakan sbg semikonduktor) unsurnya pertama-tama diubah menjadi klorida, yg direduksi kembali menjadi logam oleh hidrogen suhu tinggi. Setelah pengecoran menjadi batangan kemudian dihaluskan (zone refined).

Batangn logam dipanaskan dekat ujungnya sehingga dihasilkan lempeg bersilang dari lelehan silikon (Si). Karena pengotor lebih larut dlm lelehan tersebut drpd dlm padatannya yg terkonsentrasi dlm lelehan, & daerah yg meleleh, kemudian bergerak lambat sepanjang batangan dgn pemindahan sumber panas. Hal ini membawa pengotor sampai ke ujung. Proses ini perli di ulang. Ujung yg tidak murni kemudian dipotong.

Manfaat Silikon (Si)

Penggunaan terpenting silikon murni adaah dalam alio aluminium-silikon, sering disebut aloi ringan, untuk menghasilkan cetakan untuk industri automotif (ini mewakili kira-kira 55% dari penggunaan silikon murni sedunia)
silikon murni juga digunakan untuk menghasilkan silikon ultra murni bagi penggunaan elektronik dan fotovolta, seperti: semikonduktor, fotonik, LCD
silikon dioksida atau silika dalam bentuk pasir dan tanah liat merupakan bahan untuk membuat semen
• silika merupakan bahan dasar pembuatan kaca, beraneka jenis bentuk menarik
• silikon – oksigen merupakan senyawa yang lentur, mengandung ikatan silikon –oksigen dan silikon-karbon, ia digunakan secara meluas dalam aplikasi seperti implantasi organ tubuh bagian luar.

Kata Kunci Kimia:

farmakognosi glikosida

Unsur Golongan IV A : Timah (Sn)

Posted: 19 Sep 2011 12:59 AM PDT

Timah adalah sbuah unsur kimia dlm tabel periodik yg memiliki simbol Sn (Stannum) & nomor atom 50.

Unsur ini mrupakan logam keperakan, dpt ditempa, tdk mudah te’oksida dlm udara shingga tahan karat, ditemukan dlm banyak alloy, & digunakan utk melapisi logam lainnya utk m’cegah karat.

Kelimpahan Timah (Sn)

Timah (Sn) dari cassiterite, SnO2 be’campur dgn grafit, pasir & clay (tanah liat). Timah (Sn) t’bentuk sbg endapan primer pd batuan granit & pd daerah sentuhan batuan endapan metamorf yg biasa berasosiasi dgn turmalin & urat kuarsa timah, serta sbg endapan sekunder, yg di dalamnya terdiri dr endapan aluvium, eluvial, & koluvium.

Mineral yg t’kandung di dlm bijih timah pd umumnya mineral utama yaitu kasiterit, sdangkan pirit, kuarsa, zircon, ilmenit, plumbum, bismut, arsenik, stibnite, kalkopirit, kuprit, xenotim, & monasit merupakan mineral ikutan.

Contoh Senyawa Timah (Sn)

SnCl2, SnO2, SnF2, SnCrO4.

Isolasi & Produksi Timah (Sn)

Timah (Sn) diperoleh dengan reduksi oksidasi sulfidanya dengan karbon.

Tahap Pertambangan Timah (Sn)

Kegiatan pertambangan pd umumnya memiliki tahap-tahap kegiatan sblm pelaksanan kegiatan penambangan timah (Sn) dilakukan, sebagai berikut:
1. Eksplorasi
2. Penambangan
3. Pengolahan

Manfaat Timah (Sn)

1. Pelat Timah
2. Campuran Tambal Gigi
3. Lapisan timah pada stik golf & peningkatan penyedia amunisi utk senjata olah raga
4. Tutup Botol Anggur
5. Logam Hijau

Kata Kunci Kimia:

uji osazon

Makalah Kimia Unsur-Unsur Gol. IV A

Posted: 18 Sep 2011 11:58 PM PDT

Dlm kehidupan sehari-hari, kita tdk pernah lepas dr senyawa kimia yg ada di sekitar kita.

Pd umumnya senyawa kimia yg sering kita jumpai berada dlm peralatan-peralatan sehari-hari, seperti peralatan elektronik, bahan bangunan, & lain-lain. Pd umumnya senyawa-senyawa ini di buat dari unsur kimia tertentu yg berlimpah di alam yg disusun dalam “sistem periodik”.

Klasifikasi periodik unsur harus dicatat sebagai salah satu sumbangan yg sangat menonjol bagi perkembanagan ‘ilmu kimia. Arti penting dari sistemasi tersebut tentu saja tidak dapat diragukan, tetapi kita cenderung melupakan kesulitan yang dihadapi oleh mereka yang terlibat dalam pengembangan tahap awal sistem periodik itu. Perlu disadari bahwa pada waktu sistem periodik dikembangkan, kuantitas, dan seringkali juga kualitas data eksperimental untuk mendasari klasifikasi semacam itu masih sangat kurang.

Klasifikasi Unsur Gol.IV A

Unsur pd gol. IV A merupakan unsur yg sangat penting, seperti karbon yg merupakan basis dari kehidupan di bumi dan silikon yg sangat vital bagi struktur fisik bagi lingkungan dlm bentuk kerak bumi.

Unsur-unsur pada golongan IV A seperti karbon, timah, timbal., silikon dan germanium, menunjukkan keanekaragaman yang patut dipertimbangkan dalam hal sifat kimia dan fisiknya.

Metabolit Sekunder Actinotrichia fragilis

Posted: 18 Sep 2011 10:59 PM PDT

Klasifikasi Actinotrichia fragilis adalah sebagai berikut:

Kingdom         : Plantae
Divisio             : Rhodophyta
Kelas               : Florideophyceae
Ordo                : Nemaliales
Famili              : Galaxauraceae
Genus              : Actinotrichia
Spesies            :Actinotrichia fragilis

Hasil Identifikasi Metabolit Sekunder Actinotrichia fragilis

Jenis Senyawa Kimia Yang Diidentifikasi
Terpenoid Steroid Alkaloid Fenolik
- - - -
Flavonoid Saponin Karotenoid Flavonoid
- - - -
Daftar Pustaka:
Anonim, 2006, Australian Marine Algal Name Index, (online) http://www.anbg.gov.au, diakses tanggal 18 Mei 2010 pukul 14.42 WITA.

Kata Kunci Kimia:

klasifikasi enzim berdasarkan cara kerjanya#sclient=psy-ab, klasifikasi golongan flavonoid

Efek Formalin Pada Manusia

Posted: 18 Sep 2011 10:59 AM PDT

Formaldehida merupakan senyawa yang terdapat pada formalin. Karena resin formaldehida dipakai dalam bahan konstruksi seperti kayu lapis/tripleks, karpet, dan busa semprot dan isolasi, serta karena resin ini melepaskan formaldehida pelan-pelan, formaldehida merupakan salah satu polutan dalam ruangan yang sering ditemukan. Apabila kadar di udara lebih dari 0.1 mg/kg, formaldehida yang terhisap bisa menyebabkan iritasi kepala dan membran mukosa, yang menyebabkan keluar air mata, pusing, teggorokan serasa terbakar, serta kegerahan.

Kalau terpapar formaldehida dalam jumlah banyak, misalnya terminum, bisa menyebabkan kematian. Dalam tubuh manusia, formaldehida dikonversi jadi asam format yang meningkatkan keasaman darah, tarikan nafas menjadi pendek dan sering, hipotermia, juga koma, atau sampai kepada kematiannya.

Di dalam tubuh, formaldehida bisa menimbulkan terikatnya DNA protein, sehingga mengganggu ekspresi genetik yang normal. Binatang percobaan yang menghisap formaldehida terus-terusan terserang kanker dalam hidung dan tenggorokannya, sama juga dengan yang dialami oleh para pegawai pemotongan papan artikel. Tapi, ada studi yang menunjukkan apabila formaldehida dalam kadar yang lebih sedikit, seperti yang digunakan dalam bangunan, tidak menimbulkan pengaruh karsinogenik terhadap makhluk hidup yang terpapar zat tersebut.

Pertolongan pertama bila terjadi keracunan akut
Pertolongan tergantung pada konsentrasi cairan dan gejala yang dialami korban. Sebelum ke rumah sakit, berikan arang aktif (norit) bila tersedia. Jangan melakukan rangsangan agar korban muntah, karena akan menimbulkan resiko trauma korosif pada saluran cerna atas. Di rumah sakit biasanya tim medis akan melakukan bilas lambung (gastric lavage), memberikan arang aktif (walaupun pemberian arang aktif akan mengganggu penglihatan pada saat endoskopi). Endoskopi adalah tindakan untuk mendiagnosis terjadinya trauma esofagus dan saluran cerna. Untuk meningkatkan eliminasi formalin dari tubuh dapat dilakukan hemodyalisis (cuci darah). Tindakan ini diperlukan bila korban menunjukkan tanda-tanda asidosis metabolik berat.

Kimia Dahsyat

Kata Kunci Kimia:

CONTOH FORMALIN, kenapa duodenum rentan, pengaruh air limbah terhadap pertumbuhan ikan

Apa Definisi PCR (Polimerase Chain Reaction)

Posted: 18 Sep 2011 09:00 AM PDT

PCR (kependekan dari istilah bahasa Inggris polymerase chain reaction) atau reaksi berantai polimerase.

PCR (Polimerase Chain Reaction) merupakan suatu teknik atw metode perbanyakan (replikasi) DNA secara enzimatik tanpa menggunakan organisme.

Teknik PCR

Dengan teknik PCR (Polimerase Chain Reaction), org dpt m’hasilkan DNA dlm jumlah besar dlm waktu singkat shingga memudahkan b’bagai teknik lain yg m’gunakan DNA. Reaksi PCR (Polimerase Chain Reaction) meniru reaksi penggandaan / replikasi DNA yg t’jadi dlm makhluk hidup. Secara sederhana PCR (Polimerase Chain Reaction) merupakan reaksi penggandaan daerah tertentu dari DNA cetakan (template) dg batuan enzim DNA polymerase. Sekian mengenai artikel: PCR (Polimerase Chain Reaction).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar